DPRD Provinsi Jambi Kaji Konsep Bandung Creative Hub untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Jambi

Adventorial14 Dilihat

BEROYATNEWS.COM– Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, melihat potensi besar dalam konsep pengelolaan ekonomi kreatif yang diterapkan di Bandung Creative Hub (BCH). Usai melakukan kunjungan kerja, Ivan Wirata menyatakan komitmennya untuk mendorong pembentukan ruang kreatif serupa di Provinsi Jambi guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Kunjungan ke BCH, yang dikenal sebagai motor penggerak industri kreatif di Kota Bandung, dimanfaatkan Ivan Wirata untuk mendalami berbagai aspek, mulai dari model kelembagaan, pemanfaatan fasilitas publik, hingga strategi kolaborasi pentahelix. Ia menilai, konsep yang berhasil di Bandung ini sangat relevan untuk diadaptasi dan direplikasi di Jambi.

“Bandung Creative Hub ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah fasilitas publik bisa menjadi ekosistem yang hidup bagi para pelaku kreatif. Ada pembinaan, kolaborasi, dan ruang ekspresi yang terintegrasi. Ini yang perlu kita hadirkan di Jambi,” ujar Ivan Wirata.

Menurut Ivan, pembangunan ruang kreatif di Jambi tidak hanya akan menjadi wadah bagi para seniman, desainer, musisi, dan pelaku UMKM kreatif, tetapi juga akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan ide-ide baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ivan Wirata mengapresiasi kelengkapan fasilitas di BCH yang meliputi studio musik, tari, animasi, fesyen, ruang pameran, perpustakaan, hingga coworking space. Meskipun fasilitas tersebut dapat diakses secara gratis oleh publik, pengelolaannya melalui kurasi kegiatan dan persyaratan administratif dinilai mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan program.

“Kita akan pelajari skema kurasi dan pengelolaan yang ada di sini. Tujuannya agar fasilitas yang nanti kita bangun di Jambi benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku kreatif, pelajar, mahasiswa, dan UMKM, serta menghasilkan karya-karya berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi pentahelix – yang melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media – menjadi kunci keberhasilan BCH. Pola ini diharapkan dapat diadopsi dalam pengembangan ekosistem kreatif di Jambi, sehingga tercipta sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Dengan adanya ruang kreatif yang memadai, Ivan Wirata optimis Provinsi Jambi dapat semakin mengukuhkan posisinya dalam peta ekonomi kreatif nasional, membuka peluang baru, serta meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi dan kreativitas. (*)