Pemkot Jambi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Gerakan Tanam Padi Gogo 2026

BEROYATNEWS.COM JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmen dalam menjaga ketahanan pangan melalui kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) tahun 2026 yang digelar di Kelompok Tani Kasturi, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan sekitar 500 anggota Gerakan Pramuka Indonesia Kota Jambi yang turut ambil bagian secara langsung di lapangan.

Kehadiran ratusan Pramuka tidak hanya menambah semangat kegiatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi praktis bagi generasi muda. Mereka diajak mengenal proses bercocok tanam sekaligus memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan tersendiri. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi dan bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor pertanian.
“Kelompok tani ini berbeda karena bukan petani murni. Mereka memanfaatkan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif,” ujar Maulana.

Ia menilai, pemanfaatan lahan di tengah kota tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan berbasis agrowisata yang bernilai edukatif.

“Saya berharap lokasi ini bisa berkembang menjadi agrowisata karena berada di tengah kota dan memiliki nilai edukasi,” tambahnya.

Menurut Maulana, keterlibatan Pramuka menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menanam padi, para peserta juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya aktivitas produktif di luar ruang serta mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

“Ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, mengenal pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada gadget,” tegasnya.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemantauan harga, operasi pasar, hingga pelaksanaan pasar murah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare menjadi inovasi yang terus didorong. Pemkot juga mulai menerapkan teknologi pertanian seperti sistem Salibu yang memungkinkan panen lebih dari sekali dalam satu musim tanam.

Untuk tahun 2026, target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota Jambi ditetapkan mencapai 529 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dengan sinergi lintas sektor serta optimalisasi lahan yang ada, Pemkot Jambi optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kuat, sekaligus berdampak pada stabilitas harga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)