Karhutla Mengintai, Pemkot Jambi Perkuat Patroli dan Siapkan Posko Terpadu

Adventorial5 Dilihat

BEROYATNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap yang dapat mengganggu kualitas udara di wilayah Kota Jambi.

Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (24/8/2026).

Rakor tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Kamin, Dandim 0415/Jambi Letkol Inf. Putra Negara, serta unsur perangkat daerah dan lembaga terkait.

Maulana mengatakan, meski Kota Jambi tidak memiliki kawasan hutan yang luas, potensi kebakaran tetap harus diantisipasi. Terlebih, kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar Kota Jambi berpotensi membawa asap hingga masuk ke wilayah perkotaan.

“Yang harus kita antisipasi adalah kebakaran di daerah tetangga. Namun, yang perlu menjadi perhatian kita adalah kebakaran permukiman dan kesiapan armada pemadam kebakaran,” ujar Maulana.

Untuk memperkuat sistem penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi akan menyiapkan posko terpadu yang melibatkan seluruh unsur terkait.

Posko tersebut nantinya menjadi pusat informasi dan pelaporan berbagai kejadian, sehingga setiap laporan masyarakat dapat segera diteruskan dan ditindaklanjuti.

“BPBD juga akan membuat posko yang diisi oleh seluruh unsur kepentingan, sehingga semua laporan ada di situ untuk dilaporkan kepada Wali Kota,” katanya.

Selain menyiapkan posko, Pemkot Jambi juga akan meningkatkan patroli untuk mencegah aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kita akan melakukan patroli secara masif untuk memastikan tidak ada masyarakat yang melakukan hal tersebut, sehingga potensi kebakaran dapat kita antisipasi,” tegasnya.

Tak hanya ancaman kebakaran, Pemkot Jambi juga mewaspadai dampak asap terhadap kualitas udara. Masyarakat diminta memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), terutama apabila kondisi udara mulai masuk kategori tidak sehat.

Maulana mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

Ia mengatakan, kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan berdasarkan perkembangan ISPU dan hasil evaluasi kondisi udara.

“Kalau terus-menerus ISPU kita berada di atas 200, baru kita liburkan tentunya sesuai kewenangan Pemkot Jambi. Kita akan memberikan kriteria dan evaluasi yang dapat diperpanjang setiap tiga hari,” jelasnya.

Sementara itu, informasi mengenai kualitas udara dan kebijakan pemerintah akan disampaikan kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi.

Pemkot juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Menurut Maulana, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat hingga tingkat RT dinilai sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini.

“Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, kita berharap keamanan, kenyamanan, kesehatan masyarakat, serta pelayanan publik di Kota Jambi tetap terjaga,” pungkasnya.