Geng Motor Makin Meresahkan, Pemkot Jambi Siapkan Jam Malam dan Pengawasan Sekolah

Adventorial7 Dilihat

BEROYATNEWS.COM– Maraknya aktivitas  kelompok berandalan bermotor atau geng motor menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pemerintah bahkan menyiapkan pemberlakuan jam malam sebagai salah satu langkah untuk mencegah aktivitas anak-anak dan remaja pada waktu yang dinilai rawan.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (24/8/2026).

Rakor turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Kamin, Dandim 0415/Jambi Letkol Inf. Putra Negara, serta unsur perangkat daerah dan lembaga terkait.

Maulana mengatakan, Pemkot Jambi bersama aparat penegak hukum akan memperkuat langkah pencegahan, pengawasan hingga penindakan terhadap aktivitas berandalan bermotor yang meresahkan masyarakat.

Salah satu langkah yang akan ditempuh yakni pemberlakuan jam malam.

“Dengan maraknya aktivitas berandalan bermotor, kita akan memberlakukan jam malam. Kita juga mengharapkan peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak,” ujar Maulana.

Kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan, terutama untuk membatasi aktivitas anak-anak dan remaja pada malam hari yang berpotensi mengarah pada aksi kriminal maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Yang menjadi perhatian, berdasarkan data Polresta Jambi yang disampaikan dalam rakor, aktivitas berandalan bermotor telah terpapar di sejumlah lingkungan sekolah.

Tercatat sebanyak 12 sekolah jenjang SMA di Kota Jambi terpapar aktivitas berandalan bermotor. Sementara pada jenjang SMP, terdapat 14 sekolah yang juga terpapar aktivitas serupa.

Data tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Jambi dan Forkopimda untuk memperkuat pengawasan, tidak hanya di jalan raya tetapi juga di lingkungan sekolah dan tempat-tempat yang menjadi titik berkumpul para remaja.

Maulana menegaskan, penanganan persoalan geng motor tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Pengawasan keluarga menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah anak terlibat dalam kelompok berandalan bermotor.

Karena itu, orang tua diminta mengetahui aktivitas dan pergaulan anak, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari.

Maulana mengatakan, deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan mengambil langkah nyata menghadapi aktivitas geng motor.

 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, penanganan berandalan bermotor membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, kita berharap keamanan, kenyamanan, kesehatan masyarakat, serta pelayanan publik di Kota Jambi tetap terjaga,” pungkas Maulana.